Kamis, 27 November 2025

Saint Mary's Way - Panti Werdha *THE RECOUNT TEXT*

My Experience of Saint Mary’s Way

A little while ago, I joined a school program called Saint Mary’s Way, which was created for ninth graders to learn about serving others with kindness and sincerity. There were several service options, but after a few chit-chats with my homeboys, we chose to visit the nursing home Panti Werdha. We wrote a proposal, sent it to the sisters there, and once it was accepted, we met almost every day in class 9.3 to prepare the event and divide responsibilities.

The visit was scheduled for Saturday, 27 September 2025. I arrived as the last member at around 08:40, and everyone was already gathered in the parking area. After taking a few pics together, a senior sister welcomed us and led us to the hall, where many grandmothers were already seated. I felt a mix of excitement and nervousness as we walked in.

We began the program with a short introduction from our MC, followed by some praise songs and an opening prayer. The atmosphere slowly warmed up. We played a ball-passing game and served fruit to the grandmothers. Then we continued with my game, “Back to the Past.” Some grandmothers happily shared memories from their childhood, while others took longer to recall their stories. Even so, being able to sit with them, listen patiently, and gently encourage them felt meaningful.

Afterward, we had snacks and chatted with the grandmothers for about an hour. Our final activity was a writing session where they wrote short pieces of advice for younger people. Before ending the event, we took a group photo, prayed together, greeted each grandmother, and then headed home.

Throughout the day, I saw many different reactions—some grandmothers were cheerful and energetic, while others looked bored, nonchalant, some even UNIMPRESSED. Well, who knows? Maybe they were actually excited, internally. Still, I reminded myself to serve with sincerity, because even small gestures can bring comfort and warmth.

This experience taught me humility and the beauty of serving without expecting anything in return. It strengthened my faith and reminded me that following Christ can be shown through simple, everyday actions. Moving forward, I hope to carry this spirit of service into my daily life—being more aware, more patient, and more willing to help wherever I can, both in school and beyond.





Senin, 24 November 2025

Sentuhan Kasih di Usia Senja: Pelajaran Iman dari Panti Werdha.

Halo. Di postingan ini, saya akan menceritakan pengalaman saya melaksanakan kegiatan Saint Mary's Way 

Pertama-tama, Saint Mary's Way ini adalah sebuah kegiatan yang secara khusus hanya dilakukan murid-murid kelas 9 dan menurut saya ini lumayan keren karena kita jadi punya pengalaman baru bareng-bareng. Program Saint Mary's Way ini bertujuan mengajak murid-murid untuk melayani dan menunjukkan kasih kepada sesama — intinya kayak belajar jadi orang yang lebih peduli gitu. Terdapat berbagai pilihan kegiatan yang ditawarkan, seperti mengunjungi panti dan melayani di sana, doa lingkungan, koor, dll. Tapi, habis ngobrol-ngobrol dikit, saya dan beberapa teman lain (yang kemudian nanti sekelompok sama saya) memilih untuk mengunjungi panti, lebih tepatnya Panti Werdha karena rasanya bakal seru (karena anggota kelompoknya banyak).

Tahapan pertama yang kelompok saya lakukan adalah membuat proposal untuk mengunjungi dan melayani di Panti Werdha yang kemudian diserahkan kepada pihak panti. Setelah disetujui, kami mulai membuat rencana mengenai apa saja yang akan kita lakukan di Panti Werdha, tanggal pelaksanaan dan berbagai informasi lain dimana kelompok saya menggunakan kelas 9.3 sebagai sarana pertemuan sehari-hari.


SEE
Hari pelaksanaan pelayanan ditetapkan menjadi hari Sabtu, 27 September 2025.
Pada hari itu, saya tiba paling terakhit di Panti Werdha pada pukui sekitar 08:40. Setelah kami semua sudah berkumpul, kami berfoto-foto di tempat parkir sebelum masuk ke dalam gedung panti. Pada 09:00, kita mulai memasuki gedung panti, dimana kita disambut oleh salah satu suster senior disana dan diarahi ke aula yang penuh dengan oma-oma yang sudah menunggu, tempat kita melaksanakan pelayanan dan suasananya langsung kerasa hangat banget.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dari MC kelompok kami, kemudian dilanjutkan dengan pujian bernyanyi bersama, doa pembuka, lalu pujian sekali lagi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan permainan oper bola selama sekitar setengah jam, lalu kegiatan oma-oma memakan buah yang berlangsung selama 30 menit juga. Kemudian, mulailah game "kembali ke masa lalu" dengan saya sebagai salah satu penanggung-jawabnya. Saat permainan, ada oma yang dengan sukacita dan nostalgia menceritakan masa lalunya, ada juga yang benar-benar/secara besar lupa akan masa lalunya (yang bikin saya sedikit sedih/haru). Kegiatan selanjutnya yaitu oma-oma makan snack dan ngobrol bersama, yang berlangsung selama satu jam dan suasananya santai banget.

Lalu, game terakhir mulai, yaitu game papan dimana oma-oma menulis satu saran/ajaran hidup bagi generasi muda di sebuah papan kecil yang berlangsung setengah jam, sedihnya nenek yang saya dampingi tidak memberi wejangan apa-apa. Tapi sebelum permainan itu, Beliau sudah ngomong kalau saya harus sekolah dengan rajin. Dan akhirnya, sebelum penutup, kami dan oma-oma foto bersama yang setelah itu dilanjutkan dengan penutup oleh MC dan doa penutup. Kami memberi salam kepada setiap oma-oma di aula sebelum pergi keluar dari gedung. Sesampainya di luar gedung, kami saling berpamitan dan pulang dengan hati yang lumayan hangat.

Saat acara berjalan, saya melihat ada banyak oma-oma yang bahagia karena keadaan kita dan mengikuti games dengan gembira, ada juga yang sepertinya bosan dan acuh tak acuh, mungkin sebenarnya senang di hati tapi kalau di mata saya oma-oma tersebut kurang terpengaruh. Namun, meski begitu saya tetap menjalankan pelayanan dengan sukacita karena ya sudah niatnya mau melayani.

Tugas saya adalah sebagai penanggung jawab permainan "kembali ke masa lalu." 


JUDGE
“Do nothing out of selfish ambition or vain conceit. Rather, in humility value others above yourselves.” — Philippians 2:3

Rendah Hati:
Ya, dalam pelayanan ini saya belajar untuk melayani dengan tulus tanpa mengharapkan timbal balik kebaikan. Jujur, saat melayani hanya demi kebaikan oma-oma, saya merasa seakan lega/damai, seolah pelayanan itu sendiri sudah menjadi hadiah yang bikin hati adem.

Setia:
Pengalaman ini memperkuat komitmen saya kepada Gereja dan iman karena saya merasa benar-benar dipanggil untuk hadir bagi sesama. Melayani dan menemani oma-oma itu sendiri sudah menjadi bagian dari panggilanku sebagai murid Kristus dan itu kerasa banget.

Melakukan Kehendak Allah:
Ya, menurut saya pelayanan ini adalah wujud dari kasih kepada Tuhan dan sesama karena melalui kehadiran dan perhatian yang diberikan kepada para oma, saya mengambil bagian dalam cinta Allah yang nyata. Saya melihat "tangan Tuhan" melalui kelancaran pelayanan, rasa sukacita dan senyum oma-oma yang bikin semuanya terasa berarti.


ACT
Pengalaman Saint Mary’s Way membuat saya semakin sadar bahwa pelayanan bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi sikap hati yang harus dibawa setiap hari. Karena itu, saya ingin lebih peka terhadap kebutuhan sekitar dan tidak melewatkan kesempatan sederhana untuk berbuat baik. Ke depannya, saya berencana tetap terlibat dalam pelayanan sekolah seperti doa, bakti sosial, atau kunjungan. Saya juga ingin mencoba pelayanan di luar sekolah agar terus bertumbuh sebagai pribadi yang rendah hati, penuh perhatian, dan siap melayani karena menurut saya ini cara terbaik buat berkembang sebagai pengikut Kristus.








   





Kamis, 16 Oktober 2025

Mengenal Sistem Komputer

 Di era digital seperti sekarang, hampir semua hal dalam hidup kita bergantung pada komputer, mulai dari bekerja, belajar, hingga berbelanja. Namun, pernahkah kamu berpikir bagaimana sebenarnya sistem komputer bekerja di balik layar? 

Artikel ini akan membahas secara ringkas tapi lengkap tentang pengertian, komponen dan cara kerja sistem komputer.

Sistem komputer adalah sekumpulan perangkat yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Secara sederhana, sistem komputer terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengguna (brainware).

Ketiga elemen ini tidak bisa dipisahkan, tanpa salah satunya, komputer tidak akan berfungsi dengan baik & benar.


Komponen Utama Sistem Komputer

1. Hardware (Perangkat Keras)

Ini adalah bagian fisik dari komputer yang bisa kita lihat dan sentuh. Contohnya:

  • CPU (Central Processing Unit) — otak komputer yang mengolah data.

  • RAM (Random Access Memory) — tempat penyimpanan sementara saat komputer bekerja.

  • Storage (Hard Disk, SSD) — tempat penyimpanan permanen data.

  • Input Device (keyboard, mouse, scanner)

  • Output Device (monitor, printer, speaker)




2. Software (Perangkat Lunak)

Merupakan program atau sistem operasi yang membuat hardware bisa bekerja.
Dibagi menjadi dua jenis utama:

  • System Software → seperti Windows, macOS, Linux (mengatur sistem komputer)

  • Application Software → seperti Microsoft Word, Photoshop, dan browser (untuk tugas tertentu)


3. Brainware (Pengguna)

Tanpa manusia, semua komponen di atas tidak akan berarti.
Brainware adalah orang yang menggunakan komputer — bisa berupa operator, programmer, teknisi, atau pengguna biasa.




Cara Kerja Sistem Komputer

Proses kerja komputer mengikuti siklus IPO (Input – Process – Output):

  1. Input → data dimasukkan lewat alat input (misalnya keyboard).

  2. Process → CPU memproses data tersebut menggunakan software.

  3. Output → hasilnya ditampilkan lewat layar atau dicetak.

  4. Storage → data bisa disimpan untuk digunakan kembali nanti.

Contoh nyata:
Kamu mengetik di Microsoft Word (input), komputer memproses huruf yang kamu ketik (process), hasilnya muncul di layar (output), lalu kamu menyimpannya di folder (storage).




Kenapa sistem komputer penting?

Sistem komputer adalah pondasi dari seluruh teknologi modern:

  • Di rumah, kita memakainya untuk belajar dan hiburan.

  • Di bisnis, untuk manajemen data dan komunikasi.

  • Di rumah sakit, untuk mengatur jadwal dokter dan rekam medis.

  • Di transportasi, untuk sistem navigasi dan tiket online.

Tanpa sistem komputer yang terintegrasi, dunia digital tidak akan berjalan seperti sekarang.


Kesimpulan

Sistem komputer adalah kombinasi antara hardware, software, dan brainware.
Ketiganya bekerja bersama agar data bisa diubah menjadi informasi yang bermanfaat.
Memahami dasar sistem komputer bukan hanya penting bagi pelajar IT, tapi juga bagi siapa pun yang hidup di era digital.

Kamis, 25 September 2025

SMP Santa Maria, sekolahku.

 



Ringkasan profil SMP Santa Maria Bandung (sekolah aku):


Nama Sekolah: SMP Santa Maria Bandung

Alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani No. 273, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Status: Sekolah swasta, di bawah naungan Yayasan Salib Suci.

Jenjang: Sekolah Menengah Pertama (SMP). Waktu penyelenggaraan adalah sekolah sehar± 6 jam.

Akreditasi: A



Sekolah ini didirikan sejak 26 April 1949 berdasarkan Surat Keputusan Pendirian Nomor V/7/1943.

Alamat asli dulu berada di Jl. Jakarta No. 5, lalu pindah ke alamat sekarang (Jalan Ahmad Yani No. 273) di tahun 1997.

Kepala sekolah saat ini adalah ibu Christina Meliyana Wati, S.Pd.


Visi: Menjadi lembaga pendidikan yang terdepan dalam membentuk insan berbudi pekerti dan cerdas berbasis nilai-nilai Katolik, berhati nurani, berbelas kasih, dan bertanggung jawab.

Misi antara lain:

  1. Menanamkan nilai moral dan etika Katolik sebagai dasar keputusan yang harmonis antara pikiran, ucapan, dan tindakan.

  2. Memupuk rasa cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama.

  3. Mengembangkan jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan teguh pada nilai-nilai yang baik dan benar.

Fasilitas & Data Pendukung
Luas tanah sekolah sekitar 32.700 m²
Struktur fisik: ada ruang kelas (jumlah ±9 kelas)
Perpustakaan tersedia, laboratorium ilmiah (IPA) juga ada.

Keunikan & Citra Sekolah

  • Sekolah ini menekankan bukan hanya akademik, tetapi juga pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai Katolik: moral, belas kasih, tanggung jawab.

  • Alumni menyatakan bahwa SMP Santa Maria Bandung memberikan ruang berkembang yang cukup pikeun siswa: fasilitas mendukung, guru yang berperan ramah, dan suasana belajar yang mendukung pertumbuhan pribadi.


Link sekolah: https://www.smpsantamaria.sch.id



Zoologi, hobiku

Zoologi, hobi aku yang paling paling besar/bermakna/penting atau semacamnya. Di artikel kali ini, aku mau ngebahas itu.

Zoologi itu cabang biologi yang mempelajari hewan. Mulai dari bentuk tubuhnya, cara hidupnya, tingkah lakunya, sampai hubungannya dengan manusia dengan lingkungan. Singkatnya, zoologi itu tugas dimana kita nyelidikin hewan biar lebih paham mereka.


Zoologi nggak cuma satu bidang. Ada yang fokus ke serangga (entomologi), burung (ornitologi). ikan (ikhtiologi), dan juga mamalia (mammologi). Jadi bisa pilih spesialisasi sesuai minat.

Nggak cuma teori, tapi juga praktik. Belajar zoologi melibatkan pengamatan langsung. Bisa di laboratorium, kebun binatang, sampai di alam liar. Jadi nggak selalu baca buku.


Zoologi membantu kita memahami penyakit yang berasal dari hewan dan cara menjaga keseimbangan ekosistem.

Zoologi ini bisa jadi karier serius, dan itu jalan aku saat ini. Dari peneliti, konservasionis, dokter hewan, sampai kerja di taman nasional atau lembaga lingkungan. Intinya, banyak jalan buat pencinta hewan.


Semakin tahu tentang hewan, kita jadi lebih peduli untuk menjaga mereka dan habitatnya.

Dunia hewan itu penuh kejutan. Ada hewan yang bisa hidup tanpa otak, ada yang bisa tidur sambil terbang, ada juga yang bisa "lahir kembali" dengan regenerasi tubuh. Kalo nggak belajar zoologi, semua itu kamu percaya hanya dengan iman, bukan pengetahuan langsung.

Apakah Robot Bakal Ngambil Pekerjaan Kita Sepenuhnya?


Beberapa tahun terakhir, kita sering banget denger berita tentang robot dan AIMulai dari robot pelayan restoran, kasir otomatis, sampai AI yang bisa nulis artikel kayak manusia. Jadi pasti udah muncul pertanyaan, “Apakah nanti robot bakal ngerebut kerjaan manusia?” Sekarang, yuk, kita bahas!


Jadi:

Robot dan AI memang punya kelebihan, cepet dan nggak capek, mereka bisa bekerja 24 jam tanpa minta gaji. Mereka juga teliti banget, kalau kerjaan yang sifatnya berulang-ulang, robot lebih pandai dalam pengenalan pola dan jarang bikin salah. Belum lagi hemat biaya, buat perusahaan besar, pake mesin bisa lebih murah daripada gaji puluhan karyawan.

Tenang dulu, robot memang pinter, tapi ada batasnya:

Kurang kreatif. Inovasi, ide-ide gila dan humor itu masih khas manusia. Robot bisa jawab pertanyaan-pertanyaan kita, tapi nggak bisa bener-bener ngerti perasaan kita, nggak punya empati. Robot juga tetap harus dibuat, diprogram dan dirawat manusia.



Jadi, kita harus gimana?

Biar nggak kalah sama mesin, kita bisa:

Asah skill kreatif dan sosial. Misalnya komunikasi, leadership, atau berpikir kritis.

Belajar teknologi, bukannya kabur. Makin ngerti teknologi, makin besar peluang kerja kita bareng AI, bukan dilawan. 

Kita harus fokus ke hal yang bikin kita beda. Robot memang spesial, bisa ini, bisa itu, tapi nggak bisa hidup kayak manusia.


Penutup

Robot dan AI bukan musuh, tapi partner baru kita. Hal-hal umum biarin mereka yang ambil alih, biar manusia bisa fokus ke hal-hal yang lebih seru, kreatif dan bermakna. Intinya, santai aja. Masa depan bukan tentang persaingan manusia dan mesin, tapi manusia plus mesin.






Pemanfaatan Teknologi dari Lars

Saat ini, di era digital, teknologi bukan lagi semata alat bantu, tetapi telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Semua aspek kehidupan manusia telah terjangkau oleh teknologi, dari pendidikan, kesehatan, bisnis, hingga gaya hidup. Dengan teknologi, batasan waktu dan ruang udah nggak lagi jadi sebuah hal yang perlu dikhawatirkan. 


1. Belajar jadi fleksibel tidak harus di kelas

Teknologi meluaskan akses pada pendidikan melalui e-learning dan platform digital. Siswa dapat melihat konten-konten pelajaran sekolah/kuliah dari rumah menggunakan aplikasi seperti Google Classroom atau Zoom, sementara kursus online seperti Coursera atau Ruangguru memberi kebebasan pilihan dalam pendidikan.


2. Kesehatan konsultasi dokter dari rumah?!

 InDalam hal ini, teknologi mendukung pelayanan dengan telemedicine. Pasien dapat menghubungi dokter dan memesan obat online melalui smartphone di genggaman, resep tinggal dikirim ke apotek terdekat, obat diantar. Innovasi ini bukan cuman menghemat waktu, tetapi juga membantu deteksi dini terhadap penyakit.



3. Transportasi dan layanan sehari-hari

Aplikasi transportasi dan delivery nggak hanya memudahkan perjalanan — mereka jadi aplikasi serbaguna: antar makanan, belanja kebutuhan rumah, sampai booking layanan kebersihan. Efeknya? Waktu luang jadi lebih banyak kalau kita pandai mengatur prioritas.



3. Bisnis kecil, jangkauan besar

Dulu jualan itu hanya jualan dari rumah ke tetangga, sekarang social commerce membuat segalanya mungkin. Foto produk rapi, caption yang jujur, sama sistem pembayaran digital = pelanggan dari kota lain. 


4. Alat-alat kecil yang berdampak besar

Jam tangan pintar dan aplikasi kesehatan membantu monitor tidur, langkah. Kebanyakan orang nggak sadar dengan penuh bahwa mereka sering bergantung kepada aplikasi pengingat/jadwal dan seberapa pentingnya aplikasi-aplikasi tersebut.


5. Rumah yang lebih "pintar"

Ada lampu otomatis, kamera pintu, atau smart plug yang bisa dimatiin lewat smartphone — ini berguna banget kalau sering lupa mematikan alat listrik. Memang bukan kebutuhan primer, tapi untuk keluarga yang aktif, smart home bisa meningkatkan rasa aman dan efisiensi energi.



Teknologi itu alat, bukan tujuan

Teknologi keren kalau dipakai untuk memudahkan hidup, bukan bikin hidup terikat sepenuhnya. Pilih yang sederhana, fungsional, dan sesuai kebutuhan keluarga.






Saint Mary's Way - Panti Werdha *THE RECOUNT TEXT*

My Experience of Saint Mary’s Way A little while ago, I joined a school program called Saint Mary’s Way, which was created for ninth graders...